Integrasi Seni Budaya Baleganjur Sebagai Media Pendidikan Gender Bagi Perempuan Akar Rumput: Studi Kasus Sekolah Perempuan Desa Dangin Puri Kangin

Authors

  • Ni Nyoman Sariasih Author

Keywords:

Baleganjur, Pendidikan Gender, Perempuan Akar Rumput, Seni Budaya Bali, Sekolah Perempuan

Abstract

Pendidikan gender bagi perempuan akar rumput di pedesaan masih menghadapi berbagai hambatan yang bersumber dari norma sosial patriarki yang mengakar kuat dalam struktur budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi integrasi seni budaya Baleganjur sebagai media pendidikan gender bagi perempuan di Desa Dangin Puri Kangin. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, jurnal ilmiah, buku, serta modul pendidikan gender yang digunakan dalam kegiatan Sekolah Perempuan. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi hubungan antara praktik seni budaya dan proses pendidikan gender dalam konteks masyarakat Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Baleganjur yang secara tradisional identik dengan ruang ekspresi maskulin memiliki potensi untuk direkonstruksi sebagai media pendidikan gender berbasis budaya lokal. Integrasi Baleganjur dalam kegiatan Sekolah Perempuan dapat menjadi sarana internalisasi nilai kesetaraan, kepemimpinan perempuan, solidaritas sosial, serta kesadaran terhadap isu-isu perempuan seperti kekerasan berbasis gender, perkawinan anak, dan beban kerja ganda. Melalui pendekatan seni yang kontekstual dengan budaya masyarakat Bali, proses pembelajaran menjadi lebih partisipatif dan mudah diterima oleh komunitas perempuan desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi seni budaya lokal melalui pendekatan pendidikan gender dapat menjadi strategi inovatif dalam memperkuat pemberdayaan perempuan akar rumput.

References

Dibia, I. W. (2018). Seni dan Budaya Bali: Dinamika dan Tantangan. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Kurniawan, A., & Sari, D. (2020). Pemberdayaan perempuan pedesaan melalui kearifan lokal. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 12(1), 45–58.

Lestari, P. (2019). Gender dan seni pertunjukan di Bali. Jurnal Kajian Gender, 5(2), 112–125.

Mulyani, S. (2021). Peran Sekolah Perempuan dalam meningkatkan kesadaran gender di Bali. Jurnal Pendidikan Masyarakat, 8(3), 200–215.

Nugraha, I. G. (2017). Struktur Sosial dan Adat Bali. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Puspitasari, R. (2022). Integrasi seni budaya dalam kurikulum pendidikan gender. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 10(1), 30–42.

Suryani, N. (2019). Dinamika perempuan dalam ruang publik Bali. Jurnal Antropologi Indonesia, 15(2), 88–102.

Downloads

Published

2026-06-21

Issue

Section

Articles