The Role Of Pkk Women Leaders In Ecofeminist Waste Management Practices
Keywords:
ecofeminism, women leadership, PKK, waste management, community participationAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemimpin perempuan PKK dalam praktik pengelolaan sampah berbasis ekofeminisme di tingkat komunitas di Bali. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kepemimpinan perempuan dalam organisasi PKK berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, partisipasi masyarakat, serta praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang dilakukan di sebuah desa di Bali yang secara aktif melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pemimpin dan anggota PKK, observasi partisipatif terhadap kegiatan lingkungan, serta dokumentasi program lingkungan yang dijalankan oleh PKK. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola kepemimpinan, praktik ekofeminisme, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin perempuan PKK memainkan peran penting sebagai pendidik lingkungan, penggerak masyarakat, serta pengorganisir program pengelolaan sampah seperti pemilahan sampah, pengomposan, dan bank sampah komunitas. Berbagai kegiatan tersebut mencerminkan nilai-nilai ekofeminisme yang menekankan kepedulian terhadap alam, tanggung jawab kolektif, serta praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada satu konteks komunitas tertentu, sehingga belum tentu merepresentasikan kondisi yang lebih luas di wilayah lain. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian ekofeminisme dan kepemimpinan perempuan dalam tata kelola lingkungan berbasis komunitas.
References
Agarwal, B. (2010). Gender and green governance: The political economy of women's presence within and beyond community forestry. Oxford University Press.
Agrawal, A., & Gibson, C. (1999). Enchantment and disenchantment: The role of community in natural resource conservation. World Development, 27(4), 629–649.
Asteria, D., & Heruman, H. (2016). Bank sampah sebagai alternatif strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tasikmalaya. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), 136–141.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. Sage Publications.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Eagly, A. H., & Carli, L. L. (2007). Through the labyrinth: The truth about how women become leaders. Harvard Business School Press.
Gaard, G. (2011). Ecofeminism revisited: Rejecting essentialism and re-placing species in a material feminist environmentalism. Feminist Formations, 23(2), 26–53.
Gaard, G., Gruen, L., & Eaton, M. (2018). Ecofeminism: Feminist intersections with other animals and the earth. Bloomsbury.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Sistem pengelolaan sampah nasional. KLHK.
Leach, M., Mehta, L., & Prabhakaran, P. (2021). Gender equality and sustainable development: A pathway to environmental sustainability. World Development, 146, 105582.
Mies, M., & Shiva, V. (2014). Ecofeminism. Zed Books.
Shiva, V. (1988). Staying alive: Women, ecology and development. Zed Books.
Suryani, A. S. (2014). Peran bank sampah dalam efektivitas pengelolaan sampah di perkotaan. Jurnal Aspirasi, 5(1), 71–84.
UN Environment Programme. (2021). From pollution to solution: A global assessment of marine litter and plastic pollution. United Nations Environment Programme.
Warren, K. J. (2000). Ecofeminist philosophy: A western perspective on what it is and why it matters. Rowman & Littlefield.
Westermann, O., Ashby, J., & Pretty, J. (2005). Gender and social capital: The importance of gender differences for the maturity and effectiveness of natural resource management groups. World Development, 33(11), 1783–1799.
World Bank. (2020). Women, business and the law 2020. World Bank Publications.
Zwarteveen, M. (2017). Gender and water: From mainstreaming to transformation. Water Alternatives, 10(1), 1–7.
