Partisipasi Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan Desa: Studi Kasus Sekolah Perempuan di Desa Dauh Puri Kaja, Kota Denpasar
Keywords:
partisipasi perempuan, perencanaan pembangunan desa, pemberdayaan perempuan, sekolah perempuanAbstract
Pembangunan desa yang partisipatif menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan. Namun dalam praktiknya, partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan desa masih menghadapi berbagai hambatan sosial dan budaya yang membatasi keterlibatan mereka dalam ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan desa serta mengkaji peran Sekolah Perempuan dalam mendorong keterlibatan perempuan di Desa Dauh Puri Kaja, Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan anggota Sekolah Perempuan, pengurus komunitas, perangkat desa, serta tokoh masyarakat, dan didukung oleh dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Sekolah Perempuan berperan dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran kritis, dan kepercayaan diri perempuan untuk terlibat dalam forum perencanaan pembangunan desa seperti musyawarah desa dan musrenbangdes. Perempuan mulai aktif menyampaikan aspirasi terkait isu kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan ekonomi keluarga. Meskipun demikian, partisipasi perempuan masih menghadapi hambatan berupa norma patriarki, beban kerja domestik, serta dominasi laki-laki dalam struktur pengambilan keputusan desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan komunitas melalui Sekolah Perempuan menjadi strategi penting dalam memperkuat partisipasi perempuan serta mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif dan responsif gender.
References
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Cornwall, A. (2016). Women’s empowerment: What works?. Journal of International Development, 28(3), 342–359. https://doi.org/10.1002/jid.3210
Cornwall, A., & Rivas, A. M. (2023). From gender equality to women’s empowerment: Feminist visions of development in the twenty-first century. Development Policy Review, 41(2), 215–230.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. New York: Continuum.
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women's empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2022). Pedoman penyusunan rencana pembangunan desa. Jakarta: Kemendes PDTT.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
UN Women. (2022). Women’s participation in local governance and development. New York: UN Women.
United Nations Development Programme. (2023). Gender equality strategy 2022–2025. New York: UNDP.
World Bank. (2024). Women, business and the law 2024. Washington, DC: World Bank.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
