NEGOTIATING GENDER DISCOURSE IN COMMUNITY LEARNING SPACES: THE CASE OF SEKOLAH PEREMPUAN IN BALI
Keywords:
gender discourse, women empowerment, community learning, grassroots women, baliAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana diskursus gender dinegosiasikan dalam ruang belajar komunitas melalui kegiatan Sekolah Perempuan Kartini di Desa Dauh Puri Kangin, Bali. Sekolah Perempuan merupakan inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran gender, kapasitas kepemimpinan perempuan, serta partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota Sekolah Perempuan Kartini, observasi partisipatif terhadap kegiatan pembelajaran komunitas, serta analisis dokumen kegiatan pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan pada periode 2024–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Perempuan Kartini berfungsi sebagai ruang dialog sosial yang memungkinkan perempuan untuk merefleksikan pengalaman hidup mereka dan memahami berbagai bentuk ketidaksetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, proses pemberdayaan perempuan dalam komunitas tradisional masih menghadapi berbagai tantangan, terutama norma budaya patriarkal, pembagian peran domestik yang kuat, serta keterbatasan akses perempuan dalam ruang pengambilan keputusan komunitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam masyarakat tradisional berlangsung melalui proses negosiasi sosial yang bertahap. Keberadaan ruang belajar komunitas seperti Sekolah Perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat kesadaran gender serta membuka ruang partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.
References
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. Sage.
Cornwall, A., & Rivas, A. M. (2015). From “gender equality” to “women’s empowerment”: A critical reflection on the World Development Report 2012. Development and Change, 46(2), 396–415.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.
Fairclough, N. (2013). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.
Foucault, M. (1972). The archaeology of knowledge. Routledge.
Fraser, N. (2019). The old is dying and the new cannot be born: From progressive neoliberalism to Trump and beyond. Verso.
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464.
Kabeer, N. (2005). Gender equality and women’s empowerment: A critical analysis of the third millennium development goal. Gender & Development, 13(1), 13–24.
Lazar, M. M. (2005). Feminist critical discourse analysis: Gender, power and ideology in discourse. Palgrave Macmillan.
Mukhopadhyay, M. (2016). Mainstreaming gender or “streaming” gender away: Feminists marooned in the development business. Gender & Development, 24(1), 51–66.
Rai, S. M. (2018). Gender and political economy. Polity Press.
UN Women. (2022). Progress on the sustainable development goals: The gender snapshot 2022. UN Women.
